Kingdom Animalia
1.1 PENGERTIAN DAN KLASIFIKASI KINGDOM
ANIMALIA
Jumlah dan jenis hewan yang berada di bumi ini
ternyata lebih banyak di banding tumbuhan. Oleh karena itu, untuk
mengklasifikasikannyapun lebih rumit. Untuk lebih mudah membagi dunia hewan
yaitu menurut rua-ruas tulang belakang. Sedangkan dunia hewan dapat
diklasifikasikan menjadi dua bagian, diantaranya:
1. Hewan
Avertebrata
Avertebrata yaitu kelompok hewan yang tidak memiliki ruas tulang belakang.
Hewan avertebrata terbagi atas beberapa filum, diantaranya:
a.
Filum Protozoa (hewan bersel satu);
b.
Filum Porifera (hewan berpori);
c.
Filum Coelenterata (hewan berongga);
d.
Vermes (hewan cacing);
e.
Filum Mollusca (hewan lunak);
f.
Filum Echinodermata (hewan berkulit duri);
g.
Filum Arthropoda (hewan berbuku-buku).
2. Hewan
Vertebrata
Vertebrata yaitu hewan yang memiliki ruas tulang belakang. Hewan vertebrata
dibagi menjadi beberapa kelas, diantaranya:
a) Kelas Pisces (ikan)
b) Kelas Amphibia
(amfibi);
c) Kelas Reptilia
(hewan melata);
d) Kelas Aves
(unggas atau burung);
e) Kelas Mammalia
(hewan menyusui).
1.2 JENIS, CIRI, DAN CONTOH HEWAN
MENURUT KLASIFIKASINYA
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,
kingdom animalia dibagi menjadi 2 menurut ada dan tidaknya ruas tulang
belakang. Berikut penjelasannya.
1. Avertebrata (tak bertulang belakang)
Avertebrata
dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu :
A. Protozoa
(hewan bersel satu)
►Cirinya yaitu:
- Memiliki tubuh
yang sangat kecil sehingga tidak bisa dilihat oleh manusia. Kecuali menggunakan
mikroskop;
- Makanannya berupa
makhluk bersel satu yang lainnya atau bagian-bagian terkecil sisa hewan dan
tumbuhan;
- Berkembangbiak
dengan cara membelah diri.
Hewan bersel satu
dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu:
● Rhizopoda (hewan berkaki semu)
Ciri khas alat gerak hewan berkaki semu adalah pseudopodia (kaki semu). Kaki semu itu dibentuk melalui
penjolan-penjolan plasma. Misalnya:
a. Diflugia yang hidupnya di air tawar;
b. Amoeba proteus yang hidupnya bebas di air;
c. Entamoeba coli yang hidupnya di dalam usus tubuh manusia;
d. Entamoeba dysentriae yang hidup di dalam tubuh manusia;
e. Radiolarian ; dimana endapannya berubah dan membentuk lapisan tanah
yang dimanfaatkan sebagai alat pengkilap;
f. Foraminiferea;
g. Arcella yang hidupnya di air tawar.
● Flagellata (hewan berbulu cambuk)
►Cirinya yaitu:
- Hidupnya
bebas di dalam air dan hidup sebagai parasit;
- Bergerak
dengan menggunakan bulu cambuknya (flagel).
Contoh:
Euglena, volvox, noctiluka, trypanosome, dan asatsia.
● Sporazoa (hewan berspora)
Hidup hewan berspora adalah di dalam darah manusia atau hewan dan sebagai
parasit. Sedangkan dinamakan hewan berspora karena bisa membentuk spora dan
hewan tersebut berkembangbiak dengan cara vegetatif dan secara generatif.
Misalnya:
Plasmodium falcivarum, plasmodium vivax, dan plasmodium malariae.
B. Porifera (hewan berpori)
►Cirinya yaitu:
- Memiliki banyak sel;
- Permukaan tubuhnya banyak ditumbuhi pori halus
yang berguna untuk seluruh air masuk ke dalam tubuh;
- Hidup berkoloni, melekat pada dasar
perairan yang tidak terlalu dalam;
- Tubuhnya berpori halus;
- Memiliki kerangka dua, yaitu terdiri
dari zat kapur yang membentuk serabut-serabut (sponging);
- Bekembang biak dengan cara generatif.
☻☻☻☻☻
C. Coelentrata (hewan berongga)
►Cirinya yaitu:
- Memiliki satu lubang sebagai mulut dan
anus;
- Bentuk tubuhnya seperti kantung yang
berongga;
- Hidup di air laut;
- Bernapas dengan menggunakan seluruh
permukaan tubuhnya;
- Berkembang biak dengan cara vegetatif
dan generatif;
- Memiliki zat racun yang dapat
digunakan untuk menangkap mangsanya dan untuk melindungi dirinya.
Contoh: Anemon,
hydra, akar bahar, ubur-ubur, hewan karang.
** keterangan:
Hewan berongga dapat dibedakan menjadi dua kelompok, diantaranya adalah:
− Medusa, yaitu suatu bentuk yang bisa
berenang-renang dengan bebas di air;
− Polip, yaitu suatu bentuk
dimana tidak bisa berpindah tempat secara leluasa.
D. Vermes (hewan cacing)
Cacing merupakan hewan kecil, memanjang dan lunak. Tidak memiliki rongga serta
tidak memiliki kaki. Bentuk tubuhnya simetri bilateral.
Hewan cacing dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, diantaranya:
● Platy thelmintes (cacing pipih)
►Cirinya yaitu:
- Tidak memiliki rongga badan dan anus;
- Memiliki dua kelamin;
- Bentuk tubuhnya pipih dan lembut;
- Sebagai parasit pada manusia atau
hewan;
- Tidak memiliki peredaran darah dan
pernapasan;
- Memiliki bintik mata;
- Hidupnya bebas.
Cacing pipih
dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
a. Turbelaria (cacing getar)
►Cirinya yaitu:
- Memiliki bulu getar;
- Bergerak menggunakan otot;
- Hidup bebas.
Contoh:
Planaria.
b. Trematoda (cacing hisap)
►Cirinya yaitu:
- Hidup sebagai parasit;
- Memiliki alat hisap.
Contoh:
Fasciola hepatica.
c. Cestoda (cacing pita)
►Cirinya yaitu:
- Hidup sebagai parasit;
- Bentuknya seperti pita;
- Tidak memiliki alat pencernan.
Contoh:
- Taenia solium (cacing pita babi);
- Taenia saginata (cacing pita sapi)
- Echinococcus granulosus (cacing pita
anjing).
● Nemathelminthes (cacing gilig)
►Cirinya yaitu:
- Badannya beruas-ruas;
- Berbentuk bulat panjang dan memiliki
ujung yang runcing;
- Mulutnya terletak di depan tubuh dan
anusnya berada dibagian sisi bawah tubuh ujung belakang;
- Kulitnya licin dan tidak berwarna.
Contoh: Cacing
tambang cacing perut, dan cacing kremi.
● Annelida (cacing gelang)
►Cirinya yaitu:
- Memiliki mulut di ujung depan;
- Anusnya di ujung belakang;
- Bentuk tubuhnya bulat panjang;
- Memiliki rongga badan yang berada di
antara kulit dan dinding ususnya;
- Tubuhnya tersusun atas cincin-cincin
yang saling berhubungan;
- Bisa hidup di air laut, tanah , dan di
air tawar.
Cacing gelang
dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok, diantaranya :
1. Chaetopoda (cacing rambut)
Cacing rambut
terbagi lagi menjadi dua bagian, yaitu:
a. Oligochaeta (cacing yang berambut
sedikit)
►Cirinya yaitu:
- Hidup di air tawar;
- Tidak memiliki kaki, tetapi bergerak
dengan memanjang dan memendekan tubuhnya;
- Tidak memiliki mata;
- Memiliki daya regenerasi.
Contoh:
Lumbricus terrestris (cacing tanah)
b. Polychaeta (cacing berambut
banyak)
►Cirinya yaitu:
- Hidup di air laut;
- Warna tubuhnya mencolok atau campuran;
- Memiliki banyak rambut-rambut muda;
- Di kepalanya terdapat mulut, mata dan
tentakel.
Contoh : Cacing
palolo dan cacing wawo.
2. Hirudinae (cacing penghisap darah)
►Cirinya yaitu:
- Tidak memiliki rambut;
- Hidup di darat(pacet) dan di air
(lintah);
- Bernapas dengan menggunakan insang
atau stigma;
- Ludahnya mengandung zat anti beku
darah;
- Tubuhnya pipih melebar dengan dua alat
penghisap;
- Mulutnya berbentuk segitiga;
- Memiliki gigi khitin atau zat tanduk.
☻☻☻☻☻
E. Mollusca
(hewan lunak)
►Cirinya yaitu:
- Tubuhnya lunak dan dilindungi oleh
cangkang yang terbuat dari zat kapur;
- Tidak berbuku-buku tetapi mengandung
banyak lendir.
Hewan lunak
dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, yaitu:
● Lamellibranchiata (bangsa kerang)
►Cirinya yaitu:
- Tubuh terdiri dari kaki yang terletak
di tengah tubuhnya dan diapit oleh dua insang, yaitu di sebelah kanan dan kiri;
- Hidup di air tawar, laut, rawa, lupur
dan sungai;
- Memiliki lubang mulut yang terdapat
pada muka kaki di bagian otot penutup depan;
- Tubuhnya ditutupi oleh mantel dan
dilindungi oleh cangkang dari zat kapur;
Cangkang dapat
dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
a. Lapisan kitin, yaitu lapisan yang kuat, berwarna
hitam kehijau-hijauan dan tersusun dari zat tanduk;
b. Lapisan
kapur, yaitu lapisan yang
tebal dan kuat dan tersusun atas zat kapur;
c. Lapisan mutiara, yaitu lapisan yang tersusun dari
lapisan zat kapur yang sangat tipis.
● Gastropoda (bangsa siput)
►Cirinya yaitu:
- Hidup di darat, air tawar atau air
laut;
- Berjalan menggunakan otot perut;
- Memiliki alat kelamin jantan dan
betina;
- Memakan tumbuhan;
- Memiliki cangkang yang berbentuk
kerucut;
- Siput darat bernapas dengan paru-paru
dan siput air bernapas dengan insang;
- Pada kepalanya terdapat sungut peraba
dan mulut;
- Memiliki mata yang berada di ujung
sungut;
- Memiliki lidah yang kasar pada
mulutnya.
● Chepalopoda (bangsa cumi-cumi)
►Cirinya yaitu:
- Berkaki dan berkepala;
- Hidup di air laut;
- Memiliki cangakang yang berada di
dalam tubuhnya;
- Memiliki zat pewarna yang dikeluarkan
bila dalam bahaya dan dikeluarkan dari rongga mantel;
- Bergerak dengan menggunakan tentakel
dan siripnya.
F. Arthropoda (hewan berbuku-buku)
►Cirinya yaitu:
a)
Hidup bisa di laut, danau, darat dan sungai;
b)
Tubuhnya terdiri dari buku-buku dan terbungkus oleh kulit dan zat
kitin sehingga keras;
c)
Memiliki alat indra yang terdapat pada kepala yang berfungsi
sebagai alat peraba dan mata;
d)
Bernapas dengan menggunakan insang dan stigma;
e)
Alat tubuhnya telah berkembang biak.
Hewan
berbuku-buku diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu:
● Insecta
(serangga) 

►Cirinya yaitu:
i.
Memiliki kepala, dada dan perut;
ii.
Memiliki kedua pasang sayap yang terletak di ruas kedua dan ketiga;
iii.
Bernapas dengan sistem trakea yang bermuara pada stigma;
iv.
Mengalami metamorfosis;
v.
Bagian dada beruas tiga dan setiap ruas memiliki sepasang kaki;
vi.
Alat pencernaannya dimulai dari mulut-usus-anus;
vii.
Memiliki sepasang alat peraba yang terdapat di kepalanya;
viii.
Memiliki tangga tali atau susunan saraf ;
ix.
Peredaran darahnya terbuka.
Serangga dapat
dikelompokan menjadi beberapa ordo, yaitu:
a. Apterigota (serangga tidak
bersayap), yaitu serangga
yang tidak mengalami metamorfosis. Contoh: kutu buku.
b. Archiptera
(serangga bersayap asli), yaitu
serangga yang mengalami metamorfois tidak sempurna contoh: rayap, laron dan
kinjeng.
c. Nuroptera (serangga bersayap
jala), yaitu serangga
yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Contoh: undur-undur.
d. Orthoptera
(serangga bersayap lurus), yaitu
serangga yang tidak mengalami metamorfosis tidak sempurna. Contoh: lipan,
jangkrik dan belalang.
e. Rhynchota (serangga beralat
tusuk), yaitu serangga
yang tidak mengalami metamorfosis tidak sempurna. Contoh: walangsangit dan kutu
busuk.
f. Coleoktera (serangga bersayap
perisai), yaitu serangga
yang mengalami metamorfosis sempurna. Contoh: kunang-kunang dan kumbang.
g. Hymenoptera
(serangga berayap selapu), yaitu
serangga yang ,mengalami metamorfosis dengan sempurna. Contoh: semut dan lebah.
h. Diptera
(serangga bersayap sepasang atau dua), yaitu serangga yang mengalami
metamorfosis dengan sempurna. Contoh: lalat.
i. Shiphonoptera (serangga tidak
bersayap atau kutu), yaitu
serangga yang mengalami metamorfosis dengan sempurna. Contoh: kutu kucing, kutu
tkus, dan kutu anjing.
j. Lepidoptera (serangga bersayap
sisik), yaitu serangga
yang mengalami metamorfosis dengan sempurna. Contoh : kupu-kupu.
** keterangan:
Metamorfosis
terbagi menjadi dua tahap, yaitu:
1. Metamorfosis sempurna
(holometabola)
Tahap-tahap
metamorfosis sempurna dimulai dari telur-larva-kepompong
-serangga dewasa.
Contoh : lebah
dan semut.
2. Metamorfosis tidak sempurna
(hemimetabola)
Tahap-tahap
metamorfosis tidak sempurna dimulai dari telur-larva-
serangga dewasa.
Contoh:
jangkrik, belalang, laron, dan rayap.
● Arachoanoidea (laba-laba)

► Cirinya yaitu:
i.
Tubuhnya dapat terbagi dua;
ii.
Memiliki dua pasang alat mulut;
iii.
Memiliki sepasang masa tunggal yang besar dan beberapa pasang mata
tunggal yang kecil;
iv.
Memiliki empat pasang kaki;
v.
Memiliki perut;
vi.
Bernapas dengan menggunakan paru-paru buku;
vii.
Memiliki sepasang capit dan gigi catut yang berfungsi sebagai alat
mulut.
Laba-laba dapat
digolongkan menjadi beberapa bagian, yaitu :
ü Laba-laba;’
ü Caplak
(tungau);
ü Kala.
● Crustacea (udang-udangan)

►Cirinya yaitu:
a)
Tubuhnya ada dua bagian, yaitu kepala dan dada;
b)
Bernapas dengan menggunakan insang;
c)
Hidup di air;
d)
Memiliki sepasang antenna pendek dan lima pasang
kaki;Hampir semua ruasnya ada perut dan memiliki sepasang kaki.
Contoh
udang-udangan, yaitu: Kepiting, udang, rajungan, yuyu, ketam.
● Myriapoda (lipan)

►Cirinya yaitu:
ü Tubuhnya
beruas-ruas dan panjang dimana tiap ruasnya terdapat sepasang kaki;
ü Tubuhnya
terdiri dari kepala dan badan belakang;
ü Memiliki
kaki banyak;
ü Sistem
sarafnya tangga tali;
ü Bernapas dengan
menggunakan trachea;
ü Memiliki
sepasang antena.
G. Echinodermata (hewan berkulit duri)
►Cirinya yaitu:
- Hidup di air laut;
- Kulitnya beduri dan memiliki
lempeng-lempeng kapur yang berfungsi sebagai rangka;
- Bentuk tubuhnya simetri radial;
- Tidak memiliki kepala yang jelas;
- Memiliki gigi catut;
- Bergerak dengan menggunakan kaki
ambulakral yang berbentuk tabung kecil;
- Pada ujung kaki ambulakral terdapat
alat penghisap yang berguna untuk melekatkan dirinya pada suatu tempat;
Hewan berkulit
duri dapat digolongkan menjadi:
● Asteroidea (bintang laut)
►Cirinya yaitu:
- Memiliki lima tangan
dan bagian tangannya berupa cakram;
- Bernapas dengan menggunakan kulit yang
tipis;
- Makannya sebangsa kerang dan hewan
lunak lainnya;
- Memiliki perut yang bercabang-cabang
kesemua arah terutama di lengannya;
- Memiliki susunan saraf cincin dari
sekitar mulutnya;
- Memiliki daya regenerasi yang besar
bila salah satu lengannya ada yang putus maka dapat kembali lagi seperti
semula;
- Memiliki kaki ambulakral yang
digunakan untuk bergerak.
Contoh :
Bintang laut merah dan biru.
● Crinoidea (lilia laut)
►Cirinya yaitu:
- Bentuk tubuhnya seperti tumbuhan;
- Ada yang
memiliki tangkai dan ada yang tidak;
- Yang tidak bertangkai hidupnya bisa
berpindah-pindah dan yang bertangkai hidupnya menetap pada suatu tempat.
● Echinoidea (landak laut)
►Cirinya yaitu:
- Tidak memiliki lengan;
- Memiliki duri banyak yang mudah
digerakkan;
- Bernapas dengan menggunakan insang.
● Holothuroidea (tripang)
►Cirinya yaitu:
- Bentuk tubuhnya seperti buah timun;
- Tidak memiliki lengan;
- Memiliki mulut;
- Memiliki lubang kelamin dan anus;
- Kulitnya lunak.
● Ophiuroidea (bintang ular)
►Cirinya yaitu:
- Memiliki lima lengan
yang digunakan untuk bergerak;
- Memiliki satu lubang mulut;
- Hidupnya di sela-sela bebatuan atau
batu karang yang ada di laut;
- Memiliki kaki ambulakral yang berada
di sekitar mulutnya
2. Vertebrata
(bertulang belakang)
Vertebrata
dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu:
A. Pisces (ikan)

►Cirinya yaitu:
- Alat pernapasan berupa insang dan
hidup di air;
- Peredaran darahnya tunggal;
- Suhu tubuhnya dingin;
- Berkembang biak dengan cara bertelur;
- Memiliki sirip yang digunakan untuk
berenang;
- Memiliki sisik yang dimanfaatkan untuk
menjaga keseimbangan dan menentukan arah gerak dalam air.
Pisces
dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian, yaitu:
●
Ikan bertulang keras
Contoh:
Ikan kakap, lele, emas dan bandeng.
●
Ikan bertulang rawan
Contoh:
Ikan cucut, pari, dan hiu.
☻☻☻

► Cirinya yaitu:
- Bernapas menggunakan paru-paru;
- Memiliki sisik di tubuhnya yang digunakan
untuk menjaga agar cairan tubuhnya tidak kering;
- Merupakan hewan berdarah dingin;
- Bergerak dengan merayap atau melata.
Reptil dapat dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu:
● Bangsa kadal dan cicak
Contoh: Biawak, kadal, tokek, cecak terbang, dan bunglon.
● Ophidia (bangsa ular)
Contoh: Ular entong, cobra, ular jagung, belang.
● Crocodilia (bangsa buaya)
Contoh: Macam-macam buaya.
● Chelonia (bangsa kura-kura)
Contoh: Kura-kura, penyu, dan bulus.
C. Amphibia (hewan amfibi)

► Cirinya adalah:
- Mengalami metamorfosis;
- Berdarah dingin;
- Memiliki dua pasang kaki yang
digunakan untuk melompat dan berenang;
- Berkembang biak dengan dengan bertelur
di air;
- Di kepalanya terdapat mulut, mata,
lubang hidung yang berkatup dan selaput pendengaran;
- Bernapas dengan menggunakan insang dan
hidupnya di dalam air itu yang berupa berudu dan bagi yang dewasa bernapas
dengan paru-paru serta hidupnya di darat yang dekat dengan air;
- Tubuhnya ditutupi oleh kulit yang
tipis dan hampir selalu basah.
Contoh: katak.
D. Aves (unggas atau burung)

► Cirinya yaitu:
- Banyak ditumbuhi bulu yang
dimanfaatkan untuk menghangatkan tubuh;
- Merupakan hewan berdarah panas;
- Memiliki sayap yang digunakan untuk
terbang atau bergerak;
- Memiliki sepasang kaki;
- Memiliki paruh;
- Bernapas menggunakan paru-paru;
- Memiliki sepasang mata, telinga, dan
lubang hidung;
- Berkembang biak dengan cara bertelur;
- Hidupnya di darat dan di air.
Burung dapat
digolongkan menjadi dua bagian, yaitu:
●
Burung terbang
Contoh:
Burung dara, burung nuri.
●
Burung tidak terbang
Contoh:
penguin dan burung unta.
A.
Mammalia (hewan menyusui)

► Cirinya yaitu:
- Berkembang biak dengan cara
melahirkan;
- Menyusui anaknya;
- Hidup di darat dan di air;
- Memiliki dua pasang anggota badan
(sepasang kaki dan sepasang sayap atau sepasang kaki dan sepasang tangan);
- Berdarah panas;
- Bernapas dengan menggunakan paru-paru;
- Tubuhnya ditumbuhi bulu-bulu halus
atau kasar;
- Ujung jarinya berkuku;
- Memiliki sepasang mata;
- Cara mendapatkan makanannya dengan
berbagai macam acara. Yaitu : herbivora, omnivora, dan karnivora;
- Memiliki sepasang telinga, mulut, dan
hidung.
Sedangkan hewan menyusui dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, yaitu:
● Mammalia berkantung
Contoh: Kanguru, kuskus, dan koala.
● Mammalia bertelur
Contoh: Platipus dan echidna.
● Bangsa kera
Contoh: Simpanse dan orang utan.
● Bangsa ikan paus
Contoh: Ikan duyung pesut, lumba-lumba, dan paus.
● Bangsa mengerat
Contoh: Tikus, kelinci, dan tupai.
● Bangsa kelelawar
Contoh: Kalong dan kelelawar.
● Mammalia berbelalai
Contoh: Tapir dan gajah.
● Binatang menyusui
Contoh: Kambing, sapi dan kerbau.
● Hewan menyusui yang bersisik
Contoh: Trenggiling.
● Binatang buas
Contoh: Harimau, singa laut dan anjing.
● Binatang pemakan serangga
Contoh: Landak dan celurut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar